5 Langkah Mudah Menanam Microgreens Di Rumah

by | Jan 30, 2023 | Pertanian | 0 comments

Microgreens adalah bibit muda dari tumbuhan, sayuran, kacang, dan biji lainnya yang dapat dipanen saat usia muda, sekitar 7-14 hari setelah semai. Karena dapat dipanen dalam usia muda ini membuat siapapun mudah untuk melakukannya. Microgreens kini digemari karena mengandung banyak manfaat dan dapat menjadi alternatif untuk masyarakat dalam melakukan kegiatan urban farming.

Seperti kecambah, namun microgreens dan kecambah tidak sama. Kecambah merupakan benih yang baru berkecambah dan dipanen saat benih mulai tumbuh dan sebelum daunnya berkembang, sedangkan microgreens tumbuh dari kecambah dan sudah memiliki daun. Microgreens dapat tumbuh baik di tanah atau hidroponik. Beberapa jenis sayuran microgreens yang mudah ditanam antara lain kemangi, bayam, sawi, selada air, kangkung, seledri, dan sayuran lainnya.  

Manfaat microgreens

Microgreens merupakan jenis sayur yang memiliki kandungan gizi dan vitamin yang lebih tinggi dibanding sayuran yang biasa ditanam. Akan tetapi, kandungan gizi dan vitamin akan menurun apabila disimpan terlalu lama. Apabila dibudidayakan dalam skala kecil, maka akan menjadi sumber gizi yang cukup bagi keluarga. Dan apabila dikembangkan secara komersil akan dapat menjadi sumber pendapatan yang menguntungkan. Berikut manfaat microgreens bagi kesehatan tubuh kita:

1. Lebih bergizi dari sayuran umumnya.

Menurut penelitian, kandungan zat gizi microgreens enam kali lebih banyak dari sayuran yang umurnya lebih tua. Sebut saja vitamin, vitamin C, vitamin E, betakaroten, dan karotenoid yang diperlukan oleh tubuh. Daun yang baru tumbuh dipecaya kaya akan kandungan minyak nabati dan protein.

2. Mengandung antioksidan

Microgreens juga mengandung antioksidan tinggi yang dapat menangkal radikal bebas. Pada brokoli misalnya, kaya akan vitamin E yang merupakan antioksidan fenol. Selain itu, ada juga selada yang kaya akan vitamin A yang merupakan antioksidan karoten.

3. Mencegah penyakit mematikan

Dikarenakan kandungan nutrisinya yang tinggi, banyak peneliti yang merekomendasikan sayur jenis ini sebagai nutrisi tambahan bagi orang-orang penderita penyakit tertentu, misalnya penyakit ginjal. Sekelompok ilmuwan telah menciptakan selada yang tinggi nutrisi tetapi rendah potasium yang berguna bagi pengidap gangguan ginjal. Sayuran ini juga kaya akan polifenol, yakni sejenis antioksidan yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung, alzheimer, dan beberapa jenis kanker. Selain itu, kandungan antioksidan di dalamnya juga bermanfaat baik bagi penderita diabetes.

6 Langkah Menanam di Rumah

1. Siapkan benih

Benih microgreen memiliki bentuk yang berbeda-beda, berukuran kecil misalnya brokoli dan lobak dan besar misalnya kacang kapri dan gandum. Benih yang berukuran kecil dapat langsung disemai pada media tanam. Kemudian sayuran dengan benih yang berukuran besar adalah kacang kapri dan gandum. Benih yang berukuran besar akan lebih baik apabila direndam air hangat selama kurang lebih 5 jam terlebih dahulu.

2. Siapkan media tanam dan alat yang dibutuhkan.

Benih dapat disemai pada tray semai microgreen (bisa diganti dengan nampan atu sejenis), dan media tanam (rockwol, Sekam bakar, cocopeat, tanah, kompos dll). Siapkan juga sprayer, plastik penutup, dan gunting. Rockwoll merupakan media tanam yang tidak mengandung tanah dan steril sehingga lebih cocok digunakan untuk menanam di rumah.

3. Menyemai benih

Siapkan wadah yang telah diberi media tanam, kemudian tabur benih dengan kedalaman sekitar 1 cm. Kemudian semprot media tanam dengan sprayer agar tanaman lembab dan supaya kebutuhan airnya tercukupi.

4. Tutup wadah dan letakkan di tempat teduh

Agar benih dapat berkecambah, pastikan wadah semai tertutup dan letakkan pada tempat yang teduh. Proses ini bertujuan untuk menjaga kelembaban agar tanaman dapat memunculkan bakal daun.

5. Buka tutup dan letakkan pada tempat yang cukup sinar matahari.

Setelah kecambah tumbuh, plastik penutup dapat dibuka dan dapat dipindahkan ke tempat dengan sinar matahari yang cukup. Microgreens dapat diletakkan pada jendela agar tidak telalu terik yang menyebabkan tanaman mati.

Perawatan mudah hingga panen.

Perawatan rutin perlu dilakukan hingga microgreens siap panen, yakni sekitar 10-14 hari atau jika sudah mencapai tinggi 5-10 cm. Cara perawatannya adalah dengan menyemprotkan air menggunakan sprayer sebanyak 2-3 kali sehari. Microgreens dapat dipanen sesuai ukuran dan tinggi yang diinginkan.  Cara memanen microgreens adalah dengan cara menggunting tepat pada batang yang terdekat dengan media tanam.

Setelah panen, microgreens tidak dapat tumbuh kembali, namun media tanam masih dapat digunakan dengan cara menebar kembali dan mengulangi tahap di atas. Akar dari tanaman selajutnya dapat menjadi alas yang pada akhirnya akan menjadi kompos alami. Cara mengonsumsi microgreens sangat beragam, misalnya dijadikan jus, ditambahkan didalam soup, salad, burger, sandwich, dan hidangan lainnya.