Gemerlap Teknologi dan Inovasi Akuakultur

by | Feb 23, 2023 | Perikanan | 1 comment

Akuakultur adalah salah satu industri dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Industri ini telah diakui memainkan peran penting dalam memproduksi bahan pangan untuk populasi dunia yang kian terus bertambah. Terlepas dari berbagai inovasi teknologi dan peningkatan teknik manufaktur, tetap saja masih terdapat kesalahpahaman. Selain itu opini negatif terkait dengan industri ini yang mencegah adopsi dan konsumsi produknya secara luas. Pertumbuhan akuakultur terjadi selama beberapa dekade sebagai kesadaran terhadap lingkungan dan kepedulian masyarakat tentang kualitas produknya. Akuakultur berperan penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi yang berkelanjutan, apalagi saat ini masyarakat global lebih memilih untuk terus membudidayakan ikan.

Berdasarkan data FAO, tahun 2021 konsumsi ikan dunia per kapita diprediksi sebesar 19,6 kilogram per tahun. Sedangkan pada tahun 2030 konsumsi ikan dunia diprediksi sebesar 22,5 ton per orang per tahun. Nilai ini meningkatkan produksi perikanan budidaya sekitar 172 juta ton. Di sisi lain FAO juga memprediksi bahwa pada tahun 2030 pangsa perikanan budidaya dalam kebutuhan perikanan dunia akan meningkat 58%. Berdasarkan data di atas maka perlu melakukan inovasi teknologi akuakultur berkelanjutan berbasis mitigasi perubahan iklim. Hal ini penting agar produktivitas tetap optimal, di sisi lain dampak perubahan iklim dapat dikelola dengan baik. Untuk mendorong permintaan pangan yang berkelanjutan, perlu mendorong berbagai inovasi peningkatan produktivitas dan mitigasi budidaya.

Teknologi dan Inovasi Akuakultur

Berbagai teknologi akuakultur yang mulai berkembang tersebut diantaranya:

1. Integrated Multitrophic Aquaculture (IMTA)

Konsep Integrated Multtrophic Aquaculture (IMTA) dikembangkan sebagai cara untuk meningkatkan keberlanjutan sistem akuakultur intensif, dengan menggunakan pendekatan berbasis ekosistem. Konsep (IMTA) bertujuan untuk produksi spesies akuakultur terintegrasi dari berbagai tingkat trofik pendekatan ekonomi, meminimalkan kehilangan energi dan kerusakan lingkungan.

2. Teknologi Bioflok

Bioflok merupakan salah satu teknik budidaya ikan. Teknik budidaya ekologis berbasis oksigenasi dan pemanfaatan mikroorganisme, yang secara langsung dapat meningkatkan kecernaan pakan. Prinsip dasar sistem bioflok adalah pengelolaan kualitas air melalui bakteri heterotrof yang memanfaatkan nitrogen organik dan anorganik di dalam air.

3. Minapadi

Mina padi adalah budidaya yang menggunakan genangan air sawah yang ditanami padi sebagai kolam untuk budidaya, memaksimalkan hasil sawah.

4. Recirculating Aquaculture System (RAS) atau Close System

Recirculating aquaculture system adalah rangkaian teknologi yang berperan dalam sistem pertanian intensif. Konsep ini menggunakan infrastruktur yang memungkinkan penggunaan air secara terus menerus (daur ulang air).

5. Teknologi Ultrafine Bubble Oksigen

Teknologi ini menciptakan gelembung halus berdiameter kurang dari 1 mikrometer dalam air. Ultrafine mengandung udara, oksigen atau ozon, dengan konsentrasi jutaan mol per mililiter air. Gelembung halus ini dapat bertahan lama di dalam air, lebih dari 2 minggu. Teknologi gelembung ultra-halus telah digunakan untuk mematahkan dormansi benih, meningkatkan daya kecambah benih.

6. Budidaya Ikan lokal

Ikan-ikan lokal yang telah berhasil didomestikasi dapat dikembangkan secara budidaya dengan sistem ekstensif, semi intensif atau intensif. Selain itu dapat juga dilakukan melalui budidaya berbasis perikanan tangkap atau dikenal dengan Cultured Based Fisheries (CBF). Jenis ikan yang perlu adanya pengenbangan yaitu papuyu, belida, tawes, semah, gabus, ikan batak, dan jenis lokal lainnya.

Upaya Mitigasi Perubahan Iklim

Upaya mitigasi dalam perubahan iklim dan lingkungan global terhadap usaha akuakultur memerlukan strategi kebijakan. Poin penting dalam mewujudkan strategi kebijakan ini yaitu pengelolaan melalui pendekatan ekosistem. Poin penting lainnya adalah asuransi budidaya ikan sebagai langkah adaptif dari segi ekonomi. Pengembangan teknologi akuakultur yang adaptif dan mitigasi, dan menentukan zonasi akuakultur sebagai langkah adaptasi yang penting dalam mengantisipasi perubahan iklim.