Penyakit Patah Leher (Blas) akibat Pyricularia grisea pada Padi

by | Apr 19, 2023 | Pertanian | 0 comments

Penyakit patah leher atau blas yang disebabkan oleh Pyricularia grisea merupakan penyakit penting pada tanaman padi di Indonesia. Peny

akit patah leher atau blas banyak ditemukan pada padi di sawah irigasi, terutama di Jawa Barat (Subang, Karawang, dan Indramayu), Jawa Tengah (Pemalang, Pekalongan, Batang, Demak, Jepara, dan Blora), dan Jawa Timur (Lamongan, Jombang, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang).

Pyricularia grisea menyerang tanaman padi dari fase benih sampai fase pertumbuhan malai. Pyricularia grisea akan menginfeksi bagian daun pada stadium vegetatif sehingga disebut dengan leaf blast, sedangan pada stadium generatif akan menginfeksi daun dan leher sehingga disebut patah leher atau neck blast. Selain itu, infeksi juga terjadi pada bagian buku tanaman padi menyebabkan batang patah dan kematian pada batang yang terinfeksi.

Kerugian hasil akibat infeksi Pyricularia grisea sangat bervariasi tergantung pada varietas yang ditanam, lokasi, musim, dan teknik budi daya. Infeksi pada stadium vegetatif tanaman dapat menyebabkan tanaman mati dan infeksi pada stadium generatif dapat menyebabkan kegagalan panen hingga 100%. Cara pengendalian penyakit blas dapat dilakukan dengan pemberlakuan teknik budi daya yang baik, penanaman varietas tahan penyakit, dan penggunaan fungisida alami seperti agens hayati.

Penelitian yang dilakukan oleh Meinawati, dkk. (2014) menunjukan Trichoderma sp. dapat menghambat pertumbuhan Pyricularia grisea hingga 88.63%. Hal itu disebabkan karena Trichoderma sp. menghasilkan senyawa penghambat pertumbuhan jamur (fungistatik) seperti peptaibol. Selain itu, Trichoderma sp. dapat menghasilkan asam amino seperti asam aspartat, leusin dan valin yang dapat menurunkan patogenisitas jamur.

TRICHOR-TM® merupakan agens hayati mengandung Trichoderma sp., Trichoderma viridae, dan Trichoderma harzianum. Penyemprotan larutan TRICHOR-TM dapat menurunkan populasi Pyricularia grisea yang menyebabkan penyakit patah leher atau blas pada padi.