LSD Muncul, Padahal PMK Belum Usai

by | Feb 7, 2023 | Peternakan | 1 comment

Maraknya penyakit pada hewan ternak sangat meresahkan pada peternak. Kasus PMK masih belum sepenuhnya hilang, kini muncul penyakit baru yaitu LSD. Lumpy Skin Disease (LSD) adalah penyakit kulit infeksius yang disebabkan oleh Lumpy Skin Disease Virus (LSDV) yang merupakan virus bermateri genetik DNA dari genus Capripoxvirus dan famili Poxviridae. Virus ini umumnya menyerang hewan sapi dan kerbau. Belum ada laporan terkait kejadian LSD pada ruminansia lain seperti kambing dan domba. Penyakit ini menyebar di beberapa daerah di Jawa Tengah, di antaranya Kabupaten Sragen, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, dan yang lain.

Virus LSD merupakan patogen dengan virulensi tinggi, yang menyebar sangat cepat diantara kelompok sapi, sehingga pencegahanpenyebaran virus ini perlu diperhatikan. Penyakit LSD tidak mematikan. Lantaran hanya kulit yang diserang, berbeda dengan PMK yang bisa berakibat kematian pada sapi. Masa inkubasi LSD berkisar antara 1-4 minggu. Walaupun mortalitas penyakit ini dibawah 10%, namun morbiditas yang sering dilaporkan adalah sekitar 45%.

Gejala dan Cara Penularan LSD

Gejala klinis yang disebabkan oleh infeksi virus LSD antara lain demam hingga 41,5 °C, anoreksia dan penurunan produksi ASI, konjungtivitis, hipersalivasi, depresi, dan pembengkakan kelenjar getah bening dengan nodul kulit. Lesi kulit berupa nodul berukuran 1-7 cm yang biasanya ditemukan pada daerah leher, kepala, kaki, ekor dan ambing. Pada kasus berat nodul-nodul ini dapat ditemukan di hampir seluruh bagian tubuh. 

Diagnosis LSD di lapangan diawali dengan pengamatan klinis dan didukung dengan data riwayat lokasi kejadian. Diagnosis definitif LSD hanya dapat dikonfirmasi dengan tes laboratorium. Tes laboratorium yang umum digunakan untuk mengkonfirmasi kasus LSD adalah reaksi berantai polimerase (PCR). Sampel terbaik untuk pengujian adalah dari lesi kulit. Darah (darah utuh), penyeka hidung, dan air liur juga dapat digunakan sebagai sampel tambahan.

Penularan LSD secara langsung melalui kontak dengan lesi kulit, namun virus LSD juga diekskresikan melalui darah, leleran hidung dan mata, air liur, semen dan susu. Secara tidak langsung penularan LSD terjadi melalui peralatan kendang dan jarum suntuk yang tidak steril. Selain itu, penularan ini dapat terjadi melalui vektor, seperti vektor lalat, nyamuk, pinjal, dan caplak. Penularan   virus   LSD   melalui jalur intra-uterine, ditularkan dari induk yang terinfeksi ke anak sapi melalui sekresi susu dan kulit yang luka. Penyebaran penyakit dari satu daerah ke daerah lain dapat terjadi melalui pengangkutan ternak yang terinfeksi dan gigitan serangga yang dianggap sebagai vektor mekanik.

Faktor usia dan jenis kelamin menunjukkan hubungan yang bermakna dengan infeksi LSD. Hewan muda dan betina yang sedang menyusui atau bunting berada pada morbiditas yang lebih tinggi, yang dapat menyebabkan stres dan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Hewan muda lebih sensitif daripada hewan yang lebih tua.

Cara Mencegah dan Pengendalian

Meskipun tingkat kematian (mortalitas) dibawah 10 %, namun bila mana tidak ditanggani dan mencegah dengan baik maka akan menimbulkan kerugian pada peternak. Pencegahan secara spesifik dilakukan dengan vaksinasi. Sebagian besar vaksin LSD adalah live attenuated, namun juga tersedia dalam bentuk inaktif. Ketika penyakit muncul untuk pertama kalinya di negara bebas penyakit, stamping-outhewan yang terinfeksi merupakan upaya pencegahan dan pengendalian yang paling efisien sebelum terjadinya wabah. Pengawasan hewan yang baru masuk fasilitas, semua kendaraan, tamu yang masuk dan keluar, termasuk perugas kandang untuk mengganti dan merendam di sanitizer seperti hipoklorit/pemutih, area makan, sepatu bot, dan peralatan lainnya. Aspek biosekuriti harus diterapkan, seperti karena perlu didesinfeksi, digunakan di peternakan.

Selain itu, dapat dengan meningkatkan imun dan daya tahan dari ternak. Peningkatan ini dapat menjadikan ternak menjadi lebih sehat dan berenergi yang akan menghindarkan dari virus. Peningkatkan imun pada sapi dapat diatasi dengan jampi stress sapi. Jampi stress sapi merupakan minuman kesehatan penambah energi dan kesehatan serta ADG pada sapi. Ini merupakan probiotik hasil fermentasi sempurna handal oleh campuran mikroorganisme yang bermanfaat bagi ternak. Jampi stress mengandung mix herbal dan probiotik. Dalam penggunaannya bisa mencampurkan produk dengan air-minum, mencampurkan dengan pakan, fermentasi sekam padi, dan pengolahan kotoran.

Peningkatan pengetahuan tentang gejala, penularan, sifat virus, cara pengambilan sampel, dan teknik diagnosis LSD kepada masyarakat terutama pada medik dan paramedik veteriner di lapangan, penyuluh dan peternak merupakan usaha pencegahan terhadap penyebaran penyakit ini.