Tips Hadapi Goncangan Air Pada Musim Hujan

Pada setiap penghujung akhir tahun, Indonesia mulai memasuki musim hujan. Meski menurut beberapa masyarakat, musim ini dapat membawa berkah, namun bagi petambak musim ini dapat mengkhawatirkan. Pada saat musim hujan, terjadi penurunan parameter kualitas air yang dapat mengganggu kesehatan dan pertumbuhan udang. Sebagai tindakan preventif, adapun tips hadapi goncangan air pada musim hujan dengan cara cek kualitas air secara berkala. Berikut parameter kualitas air yang wajib di perhatikan pada saat musim hujan :

Dissolved Oxygen (DO)

Konsentrasi Oksigen terlarut sangat terpengaruh oleh jumlah kincir terpasang, densitas jenis plankton, dan intensitas cahaya matahari yang mempengaruhi laju fotosintesis. Kandungan oksigen terlarut pada musim hujan akan terganggu dikarenakan kurangnya intensitas cahaya yang masuk ke kolam sehingga laju fotosintesis berkurang dan menyebabkan penurunan densitas plankton. Untuk menangani hal itu perlu adanya aplikasi mineral untuk menjaga kestabilan plankton agar tidak terjadi kres plankton. Mineral seperti Improvium 3 yang dapat mencegah terjadinya kelimpahan plankton.

Improvium 3 25 Kg

Selain itu kincir juga bisa aktif sepanjang hari. DO yang ideal di tambak sebaiknya di atas 4 ppm.

Suhu

Penurunan suhu akan berpengaruh secara langsung pada proses metabolisme udang. Untuk menjaga suhu tambak tetap stabil, setelah hujan bisa aplikasi Kapur Bakar (CaO) yang akan bereaksi mengeluarkan panas sekaligus menaikan pH air. Setelah itu gunakan probiotik untuk menjaga nafsu makan udang. Nilai suhu ideal di tambak berkisar antara 28 – 31 OC.

Alkalinitas

Alkalinitas merupakan kandungan ion bikarbonat (HCO3-) yang terlibat pada setiap reaksi biokimia intraseluler. Parameter ini akan berpengaruh secara langsung pada Reaksi Biosintetis Bakteri Heterotrof, Reaksi Fososintesi Fitoplankton, dan Reaksi Biosintesis Bakteri Nitrifikasi. Nilai Alkalinitas yang ideal di tambak berkisar antara 100 – 120 ppm, namun akan lebih baik jika menaikkan alkalinitas di atas 150 ppm untuk menjaga ketika hujan turun nilai alkalinitas akan turun 20 – 30 ppm tergantung intensitas hujan yang turun. Untuk menjaga alkalinitas air kolam, perlu pengaplikasian beberapa jenis kapur seperti kapur gamping, kapur pertanian, dan mineral secara rutin.

Salinitas

Ketika musim hujan, salinitas akan mengalami penurunan karena pengenceran air hujan yang masuk ke kolam. Ketika salinitas turun sampai 8 ppt maka plankton jenis BGA (Blue Green Algae) sering muncul. Plankton ini sangat merugikan sehingga udang akan turun nafsu makan dan terserang penyakit. Kondisi salinitas yang drop juga berpengaruh terhadap matinya plankton di dasar kolam. Untuk penanganan situasi ini perlu adanya aplikasi Zeolit seperti yang terkandung di Improvium 4 (IU4) dan Probiotik Paraqua Actino yang mengandung Actinomycetes untuk mencegah munculnya BGA.

Jadi, pada saat musim hujan datang kita sebagai petambak wajib untuk lebih rajin mengecek kualitas air. Tentu saja dalam keadaan tidak hujan pun tetap harus cek kualitas air. Dan tentu saja masih banyak tips hadapi goncangan air pada musim hujan dan parameter spesifik lainnya yang dapat mempengaruhi.

Penulis: M. Fatchur Rahman, S.Pi

Penyusun: Farhan Ahmadi S.I.kom


en_US