Sistem Pencernaan Ruminansia

Mengenal sistem pencernaan hewan ternak merupakan hal yang penting. Salah satunya sistem pencernaan ruminansia. Dengan mengenal sistem pencernaannya, kita dapat menyesuaikan bahan dan komposisi pakan sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Hewan memamah biak atau yang biasa disebut ruminansia mencerna makanan sebanyak dua langkah. Secara singkatnya terdiri dari, pertama mengunyah dan menelan makanan yang masih dalam bentuk kasar. Kedua makanan mengeluarkan makanan yang sudah setengah dicerna dari perutnya dan mengunyahnya lagi.

Sistem pencernaan ruminansia

Hewan ruminansia memiliki 5 organ pencernaan yang memproses makanan. Contohnya pada hewan ternak sapi. Organ-organ pencernaan tersebut terdiri dari:

Rongga mulut (Cavum Oris)

Rongga mulut berfungsi sebagai tempat masuknya makanan, mencerna makanan secara kimiawi dengan enzim dan secara mekanis dengan gigi. Rahang hewan ruminansia dapat bergerak menyamping untuk menggiling makanan.

Kerongkongan (Esofagus)

Esofagus merupakan saluran yang menghubungkan rongga mulut dengan lambung. Di dalam esofagus tidak terjadi proses pengolahan makanan secara kimiawi maupun mekanis. Makanan hanya lewat dan masuk ke lambung.

Lambung

Proses pencernaan yang terjadi di lambung adalah secara kimiawi. Pertama tahap penyimpanan sementara sebelum naik lagi ke mulut. Kedua proses pencernaan dengan enzim selulase yang mengurai selulosa. Hewan ruminansia memiliki lambung yang unik karena memiliki empat bagian lambung, yakni:

Sumber Foto: ruangguru.com
  • Rumen (perut besar)

Rumen adalah bagian lambung yang paling besar. Di dalam rumen, terdapat bakteri yang dapat menghasilkan enzim untuk membantu mencerna makanan. Secara umum rumen memiliki fungsi sebagai tempat fermentasi oleh mikroba, tempat absorbs VFA dan tempat pencampuran pakan.

  • Retikulum (perut jala)

Reticulum memiliki permukaan bagian dalam yang berbentuk seperti sarang lebah atau jala. Di dalam retikulum juga terjadi fermentasi makanan oleh bakteri seperti yang terjadi di rumen. Letak retikulum sangat dekat dengan rumen, sehingga berfungsi juga untuk membantu proses regurgitasi atau mendorong kembali makanan ke rongga mulut.

  • Omasum (perut buku)

Lipatan-lipatan menyerupai buku membuat omasum disebut sebagai perut buku. Di dalam omasum, terjadi fermentasi, penyerapan air dan penyaringan partikel-pertikel yang besar.

  • Abomasum (perut masam)

Abomasum melakukan pencernaan makanan dengan menggunakan enzim dan asam klorida. Selain itu asam klorida berfungsi untuk mengkatifkan pepsinogen. Maka dari itu pada bagian lambung abomasum terjadi pencernaan protein dari makanan.

Usus halus

Usus halus terbagi menjadi tiga yaitu duodenum, jejenum dan ileum. Bagian duodenum memiliki kondisi yang asam. Kondisi asam ini membuat bakteri dalam pakan tidak dapat hidup. Kemudian masih banyak enzim yang berperan untuk mencerna makanan. Setelah itu, makanan masuk ke ileum. Pada bagian ileum, terjadi banyak penyerapan nutrisi karena ileum memiliki banyak vili yang bertugas untuk memperluas penyerapan.

Usus besar

Pada usus besar, makanan sudah menjadi sisa pencernaan. Namun sisa pencernaan tersebut masuk banyak mengandung air dan mineral.

Semua hasil pencernaan akan tersebar ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Sedangkan sisa-sisa dari proses pencernaan akan keluar melalui rektum

Sumber Referensi: disnak.lebakkab.go.id , erepo.unud.ac.id 


id_ID