Mengenal Apa Itu Aklimatisasi

Bagaimana kita memulai sesuatu adalah cerminan dari hasil akhirnya. Jadi banyak orang yang bilang bahwa kita harus memulai segala sesuatu sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil yang maksimal di akhirnya. Seperti proses aklimatisasi udang vaname yang merupakan awal yang penting dari suatu siklus baru. Jika saja petani udang vaname melakukan proses aklimatisasi dengan kurang tepat, maka kemungkinan kematian di awal siklus sangat besar. Maka penting bagi calon-calon petani udang vaname untuk mengenal apa itu aklimatisasi.

Mengenal Apa itu aklimatisasi?

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, aklimatisasi memiliki arti penyesuaian (diri) dengan iklim, lingkungan, kondisi, atau suasana baru. Lebih spesifiknya lagi, penyesuaian binatang atau tumbuhan pada suatu kondisi yang berlainan dari kondisi asal sebagai akibat pemindahan. Nah, kata pemindahan ini sebenarnya menjadi kunci dari aklimatisasi pada udang vaname juga. Maka proses aklimatisasi pada udang vaname adalah suatu proses penyesuaian benur pada kondisi lingkungan baru yakni tambak.

Aklimatisasi benur udang vaname terjadi karena adanya perbedaan kondisi karena terjadi suatu pemindahan dari kantung atau wadah dari tempat pembenihan ke tambak petani. Kondisi air dan lingkungan seperti suhu dan salinitas yang berbeda menjadi hal yang diperhitungkan dalam proses aklimatisasi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan

Pertama, kapan waktu kita tebar itulah penentu proses aklimatisasi dapat berjalan baik atau tidak. Baiknya, petani melakukan tebar benur saat menjelang malam atau waktu menjelang pagi. Penyebabnya adalah suhu air saat siang sangat tinggi. Tentu saja suhu tinggi seperti itu dapat menyebabkan kematian pada benur meskipun proses aklimatisasi berlangsung.

Kedua, berapa lama kita menaruh kantung atau wadah yang berisi benur mengapung di kolam. Biasanya tergantung dari perbedaan suhu yang signifikan atau tidak. Proses ini cukup 15-30 menit untuk menyesuaikan suhu agar udang tidak kaget terhadap perbedaan suhu yang dapat membuat udang stress bahkan mati.

Ketiga, efek dari pemindahan biasanya membuat udang stress. Tanda-tanda udang stress saat proses aklimatisasi adalah benur terlihat menggumpal atau berkumpul di dalam plastik atau kantung benur. Maka perlu untuk ditunggu agar tidak menggumpal lagi sebelum dilepas ke kolam.

Jika hal-hal tersebut sudah selesai dan aman tanpa kendala, maka benur siap untuk lepas dari plastik atau wadahnya. Namun tidak hanya itu saja, ada beberapa contoh kasus perbedaan salinitas air dari hatchery dengan air yang ada di kolam tambak. Batas toleransi perbedaan salinitas udang vaname adalah 5 ppt. Jika perbedaan nyatanya lebih dari itu, maka anda dapat melakukan penyesuaian salinitas secara perlahan. Caranya adalah saat membuka kantung plastik benur, anda dapat secara perlahan memasukkan air tambak ke dalam kantung.


Sumber Referensi: lalaukan.com , kkp.go.id

id_ID