Jenis-jenis Domba di Indonesia

Jenis-jenis Domba di Indonesia

Bisnis ternak domba memang memiliki prospek yang menjajikan di Indonesia. Kebutuhan masyarakat secara general, hingga qurban saat hari raya Idul Adha dan Aqiqah anaknya setiap tahun mengindikasikan kebutuhan yang tinggi. Dengan banyaknya jenis-jenis domba di Indonesia, masyarakat dapat memilih sesuai dengan kelebihannya masing-masing. Selayaknya bisnis yang lain, ketika permintaan pasar tinggi, maka produksi menjadi meningkat.

Jika membandingkan antara domba dan kambing, domba memiliki nilai yang sedikit lebih tinggi. Penyebabnya adalah karena ada banyak manfaat dari beternak domba, salah satunya dagingnya menjadi konsumsi manusia, bulunya yang dapat menjadi kain wool, hingga kotorannya. Dari segi pemeliharan juga tergolong tidak terlalu sulit, contohnya palatabilitas domba yang tinggi terhadap berbagai pakan.

Bagaimana? Sudah mulai tertarik untuk beternak domba?

Sebelum memulainya, alangkah lebih baik jika teman-teman mengenali jenis-jenis domba di Indonesia atau lebih tepatnya jenis-jenis domba yang umum ada di peternakan masyarakat Indonesia.

Domba Garut/Priangan

Adu Domba Garut
https://media.suara.com/pictures/970x544/2020/09/06/42219-adu-domba.jpg

Domba yang berasal dari daerah Limbangan Kabupaten Garut ini memiliki nama latin Ovis Aries. Domba Garut termasuk salah satu Sumber Daya Genetik (SDG) Hewan rumpun asli Indonesia. Asal usul domba garut ini berasal dari persilangan tiga bangsa domba, yaitu domba local, domba kaapstad dan domba merino.

Domba garut cenderung termasuk tipe domba pedaging. Walau begitu acara-acara kebudayaan warga local sering sekali menggunakan domba garut untuk acara aduan domba.

Domba Ekor Tipis

Domba Ekor Tipis
https://sites.google.com/site/jualkambing/IMG_0002.JPG

Domba ekor tipis atau yang masyarakat kerap panggil sebagai domba gembel adalah hewan lokal asli Indonesia. Pada awalnya keberadaan domba ini tersebar di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, namun sekarang dapat kita temukan di seluruh Indonesia. Sifat yang mudah beradaptasi dengan iklim dan lingkungan menjadi faktor penyebab domba ini menyebar begitu cepat dan luas.

Domba ekor tipis ini terbilang memiliki daging yang cukup banyak walaupun bobot rata-rata jantannya hanya sekitar 30-40 Kg dan betina mencapai 15-20 Kg.

Domba Ekor Gemuk

https://peternakandombabogor.weebly.com/uploads/5/3/4/7/53478537/3423604.jpg

Domba ekor gemuk atau domba donggala ini banyak yang menduga berasal dari Asia Barat ketika pedagang Arab membawanya langsung. Domba ini memiliki ciri khas yang terletak di ekornya yang besar, panjang dan lebar.

Hewan ini banyak terdapat di daerah Jawa Timur dan Madura, serta pulau-pulau di Nusa Tenggara. Di Sulawesi Selatan dikenal sebagai domba Donggala sedangkan di pulau Jawa dikenal juga dengan domba Kibas.

Domba Texel

Domba Texel Wonosobo
https://i0.wp.com/hobiternak.com/wp-content/uploads/2020/03/Dombos.png?ssl=1

Domba Texel dikenal juga sebagai Dombos atau domba Wonosobo. Bulu yang tebal, keriting dan halus adalah ciri khas dari Dombos. Bulu mereka yang cenderung berwarna putih dan spiral menutupi seluruh bagian tubuhnya selain perut bagian bawah.

Domba ini memiliki tingkat produktivitas yang tinggi, pada umur 15 bulan sudah mulai beranak dan siklusnya satu kali setiap delapan bulan. Produksi dagingnya pun sangat banyak, untuk bobot jantan mencapai 100 Kg dan betani mendapat bobot hingga 80 Kg.

Domba Batur

https://i0.wp.com/hobiternak.com/wp-content/uploads/2020/03/Domba-Batur.png?ssl=1

Domba hasil persilangan antara domba ekor tipis, domba Suffolk dan domba texel. Memiliki ciri khas psotur badan yang besar dan kaki yang pendek serta tidak memiliki tanduk. Bobot domba Batur untuk jantan sangat baik yaitu mencapai 100-140 Kg sedangkan betina mendapat bobot sekitar 60-80 Kg.

Sumber Referensi: repository.ipb.ac.id , hobiternak.com , suarapeternakan.com


id_ID