Pentingnya IPAL untuk Tambak Udang

Pentingnya IPAL untuk Tambak Udang

Penting bagi pembudidaya udang vaname untuk mengerti pentingnya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk tambak udang. IPAL adalah sebuah fasilitas untuk mengolah air limbah secara fisik, biologis dan kimiawi sebelum air tersebut kembali ke lingkungan. Sebelum terbuang ke sawah, sungai dan lainnya, alangkah lebih baik jika air tersebut memang sudah tidak berbahaya lagi untuk lingkungan. Lalu apa pentingnya IPAL untuk tambak udang? Mari kita simak penjelasan berikut.

Perkembangan budidaya udang vaname di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Tentu saja masyarakat berperan pro aktif dalam perkembangan ini. Begitu juga pemerintah dari segi regulasi dan panduannya. Seperti rancangan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), anjuran dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. CBIB adalah suatu cara dimana para pembudidaya dapat memproduksi hasil perikanan dengan mempertimbangkan kaidah-kaidah selain peningkatan produksi yang ramah lingkungan, juga aspek mutu, gizi,kesehatan dan keamanan pangan.

IPAL itu penting

Dari poin-poin di atas, kata kunci ramah lingkungan menjadi latar belakang adanya anjuran pembangunan IPAL di setiap tambak udang yang ada. Selain itu, masa depan berkelanjutan dari tambak itu pun menjadi alasan adanya IPAL baik untuk tambak yang sedang beroperasi maupun yang sedang persiapan.

Ternyata air limbah dari tambak udang vaname banyak mengandung virus dan mikroorganisme patogen. Asalnya tidak lain dari feses udang dan sisa-sisa pakan yang tidak terkonsumsi oleh udang. Jika saja kita membiarkan limbah tersebut terbuang di sungai atau lahan pertanian lainnya, maka sudah tentu akan merugikan lingkungan secara jangka panjang. Lagipula, jika lingkungan dan ekosistem di sekitar tambak udang sudah rusak, maka untuk siklus-siklus berikutnya akan sulit terhindar dari berbagai penyakit.

Fungsi dari IPAL adalah memproses limbah tersebut secara tiga tahap, yakni fisik, biologi dan kimia. Pada tahap fisik, berfungsi untuk mengurangi padatan tersuspensi pada limbah. Lalu tahap biologis untuk mengurai limbah organik pada air. Yang terakhir adalah  proses kimia untuk membunuh mikroorganisme yang berpotensi membawa penyakit bagi udang.

Sumber Referensi: isw.co.id , kkp.go.id , riaumandiri.co


id_ID