Penempatan Kincir Tambak Udang yang Ideal

Bisnis itu dimulai dari apa yang anda cinta, mulai dari yang anda bisa, dan mulai dari yang anda punya

Di Pos oleh CV.Pradipta Paramita

Parameter lingkungan seperti suhu, temperatur, oksigen terlarut/dissolved oxygen (DO) dan pH / tingkat keasaman menjadi hal-hal penting yang selalu diperhatikan oleh petambak udang. Namun tahukah sebenarnya penambahan sarana kincir air yang selama ini dilakukan untuk menjaga kualitas media air budidaya dapat juga berperan menurunkan produksi tambak jika tidak tepat digunakan ditambak udang. Penggunaan kincir air untuk luasan 1000m2 dengan sistem intensif kepadatan mencapai 300.000 ekor sebaiknya cukup menggunakan 6 buah kincir 5000 rpm yang diletakkan secara komunal/bersama dalam satu petak tambak udang. 4 buah kincir air disetiap sudut petak kolam terletak minimal 1 meter dari tepi petak tambak dan 2 buah kincir air disisi panjang petak tambak dengan jarak minimal 2 meter dari tepi petak tambak serta arah kincir membentuk sirkulasi putaran air selaras. Pastikan baling kincir tenggelam sempurna yaitu separuh baling masih terlihat dipermukaan, mengikuti tinggi permukaan air. Sehingga limbah organik dan sedimen kolam tambak dapat terlokalisir disuatu titik pembuangan (umum-nya di tengah). Gambar 1. Penataan arus air pada foto udara diatas berlawanan arah jarum jam. (Rendra Kurnia-Radar Banyuwangi, Jawa Pos Group) Rotasi per menit suatu kincir air atau aerator yang disuplai daya 1 PK = 736-746 watt (satuan jerman Paarden Kracht, satuan Inggris HP Horse Power, satuan Indonesia ( DK Daya Kuda) mampu mensuplai oksigen untuk mencapai biomassa udang 500 Kg sampai lini dasar tambak sebab udang adalah makhluk bentik yang aktif didasar perairan Tabel 1. Standar Nasional Indonesia Kualitas Air Pemeliharaan Udang Vannmei . Jika mengacu tabel 1. diatas saat DO mendekati angka 5 maka petambak perlu meningkatkan kewaspadaan dengan menaikkan nilai DO hingga 7 dengan mengatur ulang letak kincir air, evaluasi pemberian probiotik dan kelistrikan, dan evaluasi buih atau gelembung yang dihasilkan sebaiknya bersifat mikro. Penambahan kincir air baik secara daya atau pun kapasitas jumlah tentu seiring dengan kapasitas produksi yang ditargetkan. Kincir air atau aerator yang baik pasti mendukung populasi mikroba probiotik seperti Rhodobacter capsulatus & Rhodopseudomonas palustris dalam ekosistem tambak.